Selasa, 02 September 2008

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri (dilakukan dalam pembelajaran biasa bukan kelas khusus) dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Guru berperan sebagai pengajar dan pengumpul data)

PTK memiliki karakteristik sebagai berikut.

  1. Masalah berawal dari guru
  2. Tujuannya memperbaiki pembelajaran
  3. Metode utama adalah refleksi diri dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah penelitian
  4. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran
  5. Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti.

Mengapa guru dianggap paling tepat untuk melakukan PTK ?

  1. Guru mempunyai otonomi untuk menilai kinerjanya
  2. Temuan penelitian tradisional sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran
  3. Guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya
  4. Interaksi guru-siswa berlangsung secara unik
  5. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya.

Bagaimana guru bisa menemukan permasalahan dan dapat mengindentifikasikan permasalahan.

Untuk mengindentifikasikan permasalahan yang akan diteliti bagi guru sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan, dengan syarat guru rajin - rajin untuk membuat catatan - catatan setiap sesi pembelajaran. Dengan catatan - catatan tersebut guru bisa merenungkan dan memikirkan kekurangan ataupun kelebihan guru dalam penyampaian materi pembelajaran. Kekurangan - kekurangan itulah yang akan menjadi bahan PTK. Sebab permasalahan bisa datang dari siswa maupun dari guru itu sendiri, disini guru dituntut untuk jujur dalam arti jika dalam sistem pembelajaran kekurangan datangnya dari guru itu sendiri, guru harus mengakuinya.

Contoh contoh kasus yang mungkin bisa digunakan untuk dilakukan PTK misal :

  1. Siswa kurang berminat dalam menerima pelajaran.
  2. Siswa hasil ulangannya selalu dibawah standart
  3. Siswa setiap tanya jawab selalu enggan untuk menjawabnya

Contoh contoh kasus diatas mungkin sering kita jumpai dalam setiap mata pelajaran.

Dengan kasus - kasus diatas guru harus bisa merumuskan permasalahan.

Guru mencari penyebab terjadinya kasus diatas.

Penyebab terjadinya kasus diatas bisa terjadi karena yaitu :

Dalam menerangkan materi pembelajaran guru kurang menguasai materi

  1. Terlalu cepat dalam menjelaskan / menerangkan materi
  2. Terlalu banyaknya siswa diberi catatan - catatan tanpa ada penjelasan dari guru
  3. Terlalu panjangnya pertanyaan - pertanyaan yang diberikan
  4. Guru kurang memberi waktu berpikir bagi siswa
  5. Guru tidak memberi kesempatan siswa untuk bertanya
  6. Model pembelajaran yang kurang menarik bagi siswa
  7. Terlalu banyaknya siswa dalam kelas
  8. Sarana dan prasarana yang kurang memadai

Misalnya setelah di cermati dan di analisa kasus tersebut diatas, terjadi karena model pembelajaran. Dalam hal ini guru harus melakukan tindakan tindakan perbaikan model pembelajaran. Rencana tindakan perbaikan ini dicantumkan dalam rencana pembelajaran yang digunakan dalam mengajarar.

Rencana perbaikan bisa menggunakan dengan beberapa siklus

Siklus 1

Tindakan 1

Melakukan tindakan dengan cara menggunakan metode / model pembelajaran yang baru, yang dianngap bisa memperbaiki hasil belajar.

Refleks 1

Mengumpulkan data data selama kegiatan pembelajaran langsung dan dianalisis. Dari hasil analisis guru bisa membuat tolak ukur keberhasilan dan kegagalan yang dicapainya dalam tindakan perbaikan.

Siklus 2

Siklus 2 digunakan untuk mengimplementasikan serangkain kegiatan pembelajaran pada siklus 1 setelah dilakukan revisi - revisi terhadap kekurangan yang terjasi pada siklus 1 yang belum tuntas

Berdasarkan hasil refleksi tersebut dapat disimpulkan berhasil tidaknya keseluruhan tindakan implementasi pembelajaran di dalam kelas terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Apabila pada siklus II tujuan PTK sudah dapat tercapai, maka tidak perlu dilanjutkan siklus berikutnya. Tetapi apabila tujuan belum tercapai, maka perlu dilanjutkan siklus berikutnya

Senin, 01 September 2008

Mencari Pengetahuan di Internet

Bagi yang sering surfing di Internet akan terasa sekali bahwa tidak mudah untuk mencari ilmu di Internet. Seringkali pada saat kita surfing justru tenggelam dalam lautan informasi; terlalu enak membaca-baca tanpa tujuan yang jelas; melihat-lihat berbagai etalase informasi di berbagai situs tanpa tujuan yang jelas hanya untuk memuaskan mata & pikiran; memang pada akhirnya kita akan memperoleh banyak informasi tapi belum tentu memperoleh sesuatu yang betul-betul bermanfaat atau biasanya maksimum kita akan memperoleh berita-berita / informasi terakhir sebagai pengganti koran.

Bagi anda yang mempunyai waktu yang sempit sehingga tidak mungkin menggunakan pola-pola di atas untuk melakukan surfing di Internet. Kita perlu menggunakan metoda / pola yang baik supaya bisa memperoleh informasi yang sangat spesifik dengan baik dalam waktu yang singkat. Satu hal yang perlu di pegang erat-erat pada saat kita surfing adalah menentukan dengan sangat jelas niat/tujuan utama pada saat surfing tersebut - apa yang akan kita cari? Pada kesempatan ini Bapak Onno W Purbo akan memberikan sedikit tip & trik jika kebetulan niat anda adalah mencari ilmu di Internet.

Untuk menghemat waktu & pulsa, lakukan surfing pada pukul 4-6 pagi (subuh); pada saat itu tidak banyak orang yang menggunakan Internet sehingga pengambilan informasi dari Internet dapat dilakukan dengan cepat & effisien. Teknik-teknik untuk melakukan sinkronisasi menggunakan browser yang kita gunakan (seperti Internet Explorer) ada baiknya dikuasai supaya tidak menghabiskan waktu/pulsa untuk membaca informasi tersebut akan tetapi cukup mendownload semua informasi tersebut ke PC yang kita gunakan & membaca-nya kemudian secara off-line pada saat telepon kita putuskan. Teknik sinkronisasi ini sangat penting untuk menghemat waktu dalam mendownload berbagai informasi setelah situs-nya di temukan.

Untuk mencapai situs/informasi yang tepat trik yang harus digunakan sebetulnya tidak terlalu rumit. Cara yang paling effektif/sederhana adalah:

” Menggunakan search engine di Internet.
” Menggunakan keyword yang benar.

Jika kedua hal tersebut anda lakukan dengan baik & benar maka akan diperoleh ilmu & pengetahuan yang baik.

Ada banyak sekali search engine di Internet. Search engine hanyalah memuat daftar alamat situs (berbentuk Universal Resource Locator - URL) & subjek yang di bawa situs tersebut saja. Search engine umumnya tidak membawa informasi itu sendiri. Contoh beberapa search engine adalah:

http://www.yahoo.com
http://www.infoseek.com

Yahoo.com & infoseek.com mempunyai karakteristik yang berbeda; biasanya jika kita mencari hal-hal yang cukup solid atau mencari dalam kerangka institusi, negara dll dapat menggunakan yahoo.com. Untuk hal-hal yang betul-betul baru atau belum terstruktur dengan baik maka dapat menggunakan infoseek.com.

Selanjutnya adalah penggunakan keyword yang tepat. Keyword tersebut diketikan ke dalam kolom yang kosong di search engine.

Keyword yang sering digunakan adalah:
FAQ

Whitepaper

FAQ adalah Frequently Asked Questions (FAQ). Sesuai namanya FAQ akan memuat berbagai jawaban dari pertanyaan yang sering ditanyakan dalam sebuah bidang. Biasanya kita menggunakan FAQ sebagai awal dalam mencari berbagai informasi/pengetahuan yang kita butuhkan.

Whitepaper adalah istilah bagi berbagai ilmu / informasi yang memang di sebarkan secara gratis/cuma-cuma di Internet. Kita cukup menambahkan beberapa keyword tambahan yang menjelaskan tentang ilmu / informasi yang spesifik yang kita cari, contoh:

Faq gardening

Whitepaper telecommunication

Faq distance learning

Dengan menggunakan rangkaian keyword tersebut hampir di jamin anda akan memperoleh informasi / pengetahuan yang anda cari. Tentunya karena kita menggunakan internet maka informasi / pengetahuan yang terbanyak umumnya mengunakan bahasa inggris - konsekuensi-nya keyword yang digunakan sebaiknya dalam bahasa inggris agar kemungkinan memperoleh ilmu yang di cari dapat maksimal.

Selamat mencoba.

Sumber: Dr. Onno W Purbo — Praktisi Teknologi Informasi.(NS)
(http://artikel.total.or.id/artikel.php?id=1131&judul=Trik%20Sederhana%20Mencari%20Ilmu%20di%20Internet)